Surat izin perjalanan berdasarkan hukum perlindungan anak dan layanan anak tanpa pendamping (unaccompanied minor) yang dijual maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Citilink menyelesaikan masalah yang berbeda dan dikenai biaya yang berbeda pula: yang pertama gratis, diurus di notaris atau kantor imigrasi, dan memberi izin bagi anak untuk melewati perbatasan tanpa orang tua; yang kedua dibayar terpisah, mulai dari Rp300.000 hingga Rp900.000 per segmen penerbangan, dan menjamin ada petugas maskapai yang mendampingi anak di dalam area bandara. Mencampuradukkan keduanya membuat keluarga terhambat di konter check-in, meski semua dokumen pengadilan sudah lengkap.
17 menit baca
1. Surat izin perjalanan: dokumen milik negara, bukan milik maskapai
TL;DRSurat izin perjalanan adalah izin yang diatur oleh hukum perlindungan anak agar anak-anak Indonesia bisa keluar dari negara, atau berpindah di dalam negeri, tanpa didampingi orang tua. Dokumen ini gratis, diterbitkan oleh notaris, kantor imigrasi, atau pengadilan, dan ada untuk mencegah penculikan oleh salah satu orang tua serta perdagangan anak.
Nama populernya, "surat izin perjalanan", menyimpan dasar hukum yang spesifik: regulasi perlindungan anak yang berlaku secara nasional. Logikanya sederhana untuk dipahami tapi mudah terlupakan di tengah kesibukan mengepak koper: tidak ada anak Indonesia yang keluar dari wilayah negara, atau bepergian di dalam negeri tanpa orang tua yang bertanggung jawab, tanpa negara memiliki cara untuk melacak siapa yang mengizinkan perpindahan tersebut.
Ini bukan birokrasi tanpa alasan. Kewajiban ini lahir untuk mempersulit dua kejahatan konkret: penculikan oleh salah satu orang tua, ketika satu pihak membawa anak ke negara atau wilayah lain tanpa persetujuan pihak lain, dan perdagangan anak, yang secara historis memanfaatkan kemudahan memberangkatkan anak tanpa pendamping sebagai pintu masuk. Mereka yang berkecimpung di bidang hukum keluarga melihat dua sisi mata uang ini: keluarga yang sah merasa terganggu oleh dokumen tambahan, dan kasus nyata di mana selembar surat berhasil mencegah seorang anak lenyap dari radar.
Dalam praktiknya, yang meminta dokumen ini adalah petugas imigrasi, di konter pemeriksaan, untuk penerbangan internasional, dan maskapai itu sendiri, yang wajib memverifikasi sebelum keberangkatan, untuk penerbangan domestik yang mensyaratkan surat izin. Tidak ada jalan tengah: tanpa surat yang benar, anak tidak bisa berangkat, meski tiket sudah dibayar dan koper sudah dimasukkan bagasi. Legalisasi yang sudah tidak berlaku atau formulir dengan nama anak yang tidak lengkap sudah pernah menggagalkan perjalanan seluruh keluarga di konter.
Kesalahpahaman paling umum adalah menganggap dokumen ini menyelesaikan semuanya sendirian. Dokumen ini menyelesaikan urusan keluar dari negara atau berpindah di dalam wilayah negara. Tidak ada hubungan sama sekali dengan yang dilakukan maskapai setelah anak melewati imigrasi dan masuk ke area keberangkatan tanpa siapa pun yang bertanggung jawab di sana. Bagian kedua ini adalah kontrak lain, dengan pemilik lain, dan itu topik bagian berikutnya.
2. Layanan anak tanpa pendamping: kontrak milik maskapai, bukan milik negara
TL;DRLayanan anak tanpa pendamping adalah kontrak berbayar dengan maskapai yang menjamin pendampingan anak dari check-in hingga kedatangan. Ini bukan dokumen resmi, tidak menggantikan surat izin perjalanan, dan punya batas usia minimum serta maksimum yang ditentukan masing-masing maskapai, bukan oleh hukum Indonesia.
Sementara surat izin perjalanan adalah aturan negara, layanan anak tanpa pendamping, yang biasa disebut UM oleh maskapai, dari unaccompanied minor, adalah aturan perusahaan. Setiap maskapai merancang produknya sendiri: menentukan mulai usia berapa anak bisa terbang tanpa orang dewasa yang bertanggung jawab, sampai usia berapa layanan ini wajib, berapa biaya per segmen, dan jenis pendampingan apa yang ditawarkan di dalam bandara maupun di pesawat.
Dalam praktiknya, layanan ini melibatkan awak kabin atau petugas darat yang ditugaskan mendampingi anak sejak check-in, melewati ruang tunggu keberangkatan, sampai diserahkan ke orang dewasa yang sudah terdaftar sebelumnya di tujuan, dengan menunjukkan dokumen identitas. Orang tua mengisi formulir dengan nama lengkap, nomor telepon, dan dokumen identitas orang yang akan menjemput anak, dan maskapai tidak akan menyerahkan anak ke siapa pun di luar daftar itu, bahkan ke orang tua yang lain, jika namanya tidak terdaftar.
Perbedaan tujuan ini menjelaskan mengapa keduanya meminta dokumen yang tampak serupa, tetapi menyelesaikan masalah yang berbeda. Surat izin perjalanan ada agar negara tahu siapa yang menyetujui keberangkatan anak dari negara atau wilayah hukum tertentu. Layanan anak tanpa pendamping ada agar maskapai melindungi diri dari tanggung jawab hukum: jika terjadi sesuatu pada anak di dalam bandara atau selama penerbangan, perusahaan harus bisa membuktikan telah mengikuti protokol yang dikontrak dan dibayar, bukan sekadar menempatkan anak sendirian di pesawat.
| Kriteria | Surat izin perjalanan | Layanan anak tanpa pendamping |
|---|---|---|
| Siapa yang mewajibkan | Negara (hukum perlindungan anak, imigrasi, pengadilan) | Maskapai |
| Biaya | Gratis (notaris) atau biaya administrasi kecil | Rp300.000 hingga Rp900.000 per segmen, bervariasi tiap maskapai |
| Usia yang terlibat | Hingga 18 tahun, untuk perjalanan internasional | Umumnya 5 hingga 11 tahun wajib, 12 hingga 17 tahun opsional |
| Tempat mengurus | Notaris, kantor imigrasi, atau pengadilan | Situs web atau pusat layanan maskapai |
| Yang dijamin | Persetujuan hukum untuk keluar dari negara atau wilayah hukum | Pendampingan fisik di dalam bandara dan selama penerbangan |
Itulah sebabnya seorang anak bisa memiliki surat izin perjalanan yang sempurna, sudah ditandatangani dan dilegalisasi, tetapi tetap ditolak di konter check-in jika orang tua belum memesan layanan anak tanpa pendamping sesuai rentang usia yang diwajibkan maskapai. Ini dua berkas dengan dua pemilik yang berbeda.
3. Kapan surat izin perjalanan tidak diperlukan
TL;DRSurat izin tidak selalu diwajibkan. Kewajiban ini gugur ketika kedua orang tua bepergian bersama anak, dalam kasus tertentu perjalanan domestik ke wilayah administratif yang sama, atau ketika kerabat hingga derajat ketiga membuktikan hubungan keluarga. Di luar situasi tersebut, dokumen ini tetap wajib, bahkan untuk perjalanan singkat.
Aturan ini memiliki pengecualian yang justru lebih relevan dalam praktik dibanding aturan itu sendiri, karena mencakup skenario paling umum: keluarga yang bepergian saat liburan. Pengecualian pertama dan paling jelas: jika ayah dan ibu berangkat bersama anak, dalam penerbangan yang sama, tidak ada kewajiban surat izin apa pun, baik domestik maupun internasional. Kehadiran fisik kedua orang tua sudah menjadi bentuk persetujuan itu sendiri.
Untuk perjalanan di dalam negeri, pengecualian kedua mengurangi banyak berkas: ketika anak bepergian didampingi oleh keluarga garis atas seperti kakek atau nenek, atau saudara dewasa hingga derajat ketiga, seperti paman, bibi, atau saudara kandung yang sudah dewasa, dengan membuktikan hubungan keluarga melalui dokumen seperti akta lahir atau kartu identitas, surat izin juga tidak diperlukan. Aturan yang sama berlaku ketika anak bersama orang dewasa yang secara tertulis diberi kuasa oleh orang tua, meski tanpa hubungan keluarga, sepanjang surat kuasa itu dibawa selama perjalanan.
Situasi lain yang sering menimbulkan keraguan: daerah asal dan tujuan berada dalam satu wilayah administratif yang sama. Dalam banyak kasus, perpindahan di dalam satu wilayah administratif yang sama membebaskan dari kewajiban surat izin resmi, tapi ini adalah pengecualian yang paling bervariasi penafsirannya antar daerah, jadi sebaiknya dikonfirmasi dulu ke kantor terkait sebelum mengandalkannya, terutama menjelang libur panjang, ketika antrean di kantor pelayanan menumpuk.
Kesalahan yang paling merugikan adalah menganggap "cuma sebentar" atau "pulang pergi di hari yang sama" membebaskan dari dokumen ini. Tidak. Hukum melihat siapa yang mendampingi anak, bukan lama perjalanannya. Perjalanan akhir pekan singkat dengan anak yang hanya didampingi pacar dari ayahnya, tanpa surat kuasa tertulis, tetap masuk kewajiban yang sama dengan perjalanan sebulan penuh.
4. Satu orang tua bepergian, satu tinggal: yang berbeda dalam surat izin internasional
TL;DRBepergian ke luar negeri dengan hanya salah satu orang tua umumnya cukup diselesaikan dengan surat izin tertulis yang dilegalisasi di notaris oleh orang tua yang tidak ikut serta, tanpa perlu melalui pengadilan. Pengecualiannya adalah ketika ada perselisihan hak asuh atau penghalang yang terdokumentasi dari orang tua lainnya.
Dulu, orang tua yang ingin membawa anaknya ke luar negeri sendirian, dalam keadaan ragu, harus mengajukan permohonan ke pengadilan anak, bahkan dalam situasi yang sepenuhnya damai, tanpa perselisihan apa pun antara pasangan. Aturan saat ini menyederhanakan proses tersebut: untuk perjalanan internasional dengan hanya satu orang tua, cukup dengan surat izin tertulis dari orang tua yang tidak ikut bepergian, dengan legalisasi tanda tangan di notaris, tanpa perlu melibatkan hakim.
Formulir yang digunakan biasanya mengikuti format standar yang tersedia di situs web kantor imigrasi, mencantumkan nama lengkap anak, tujuan, periode perjalanan, dan data orang yang mendampingi. Masa berlakunya bisa mencapai dua tahun, atau sampai anak berusia 18 tahun, mana yang lebih dulu tercapai, sehingga menghindari pengulangan proses setiap kali bepergian jika keluarga sering melakukan perjalanan serupa.
Surat izin dari pengadilan kembali diperlukan dalam skenario tertentu: ketika orang tua yang seharusnya memberi izin tidak diketahui keberadaannya, meninggal dunia tanpa dokumen sederhana yang mencatatnya, dicabut hak asuhnya, atau ketika ada proses hak asuh yang sedang berjalan dengan keputusan yang membatasi perjalanan. Dalam kasus-kasus ini, notaris tidak bisa membantu, dan hanya keputusan pengadilan yang bisa menggantikan ketidakhadiran atau penolakan dari orang tua lainnya.
Perlu dicatat satu detail yang sering mengejutkan keluarga: meski hak asuh tunggal sudah ditetapkan, beberapa negara tujuan, dan bahkan petugas imigrasi Indonesia sendiri dalam pemeriksaan rutin, bisa meminta surat keputusan hak asuh bersamaan dengan surat izin. Sebaiknya bawa salinan yang terbaru, bukan dokumen lama yang tersimpan di laci sejak perceraian.
Dapatkan satu perjalanan setiap minggu.
Newsletter editorial Voyspark — artikel mendalam, tips, dan penemuan yang tak muat di Instagram. Mingguan, tanpa iklan.
Tanpa spam. Berhenti langganan cukup 1 klik.
5. Aturan khusus untuk perjalanan di dalam Indonesia
TL;DRDi dalam Indonesia, anak-anak yang bepergian tanpa orang tua juga membutuhkan surat izin, dengan logika perlindungan yang sama terhadap penculikan oleh salah satu orang tua. Perbedaan praktisnya adalah maskapai domestik yang memeriksa dokumen ini saat check-in, dan tidak ada pemeriksaan imigrasi saat keluar dari bandara.
Perjalanan domestik biasanya mendapat perhatian lebih sedikit dalam pencarian dibanding perjalanan internasional, tapi kewajibannya sama nyata, dan pengawasannya, secara ironis, lebih banyak berada di tangan maskapai itu sendiri dibanding lembaga pemerintah mana pun, karena tidak ada pemeriksaan perbatasan di dalam wilayah negara.
Artinya, dalam praktiknya, check-in penerbangan Jakarta-Surabaya meminta jenis dokumen yang sama seperti yang diminta imigrasi untuk penerbangan ke Singapura, tapi yang memeriksa adalah petugas di konter, mengikuti panduan perusahaan, dan tingkat kehati-hatiannya berbeda dari satu petugas ke petugas lain. Ada cerita keluarga yang lolos begitu saja tanpa ditanya apa pun, dan ada juga yang ditolak karena bibi pendamping tidak memiliki KTP dengan nama belakang yang sesuai setelah menikah.
Kewajiban ini mengikuti logika hukum perlindungan anak: anak di bawah 18 tahun tanpa orang tua yang hadir membutuhkan surat izin, dengan pengecualian yang sama seperti keluarga garis atas, saudara hingga derajat ketiga, atau orang yang secara tertulis diberi kuasa. Kesalahpahaman yang paling sering muncul adalah mengira bahwa karena ini perjalanan dalam negeri, aturannya lebih longgar. Tidak, aturannya sama, hanya diterapkan oleh petugas di konter keberangkatan, bukan oleh petugas imigrasi.
Satu hal yang sering membuat orang lengah: penerbangan domestik multi-segmen dengan transit di provinsi lain, misalnya Jakarta, kemudian Denpasar, lalu Makassar, tetap dihitung sebagai satu perjalanan tunggal, dari titik asal hingga tujuan akhir, dan transit di tengah jalan tidak membebaskan dari kewajiban dokumen. Yang penting adalah di mana anak berangkat sendirian atau didampingi, bukan berapa banyak bandara yang muncul dalam itinerari.
6. Berapa biaya layanan anak tanpa pendamping, per maskapai
TL;DRTidak ada tarif nasional tunggal: setiap maskapai menentukan sendiri harga dan rentang usia layanan anak tanpa pendamping. Untuk penerbangan domestik, biayanya biasanya berkisar Rp300.000 hingga Rp900.000 per segmen; untuk penerbangan internasional, nilainya naik ke kisaran US$150 hingga US$300, dan harus dikonfirmasi sebelum pembelian.
Setiap maskapai menerbitkan kebijakan sendiri untuk anak tanpa pendamping, dan wajar jika angkanya berubah dari tahun ke tahun tanpa pemberitahuan besar, jadi nilai di bawah ini sebaiknya dianggap sebagai kisaran acuan untuk perencanaan anggaran, bukan tabel tetap. Mengonfirmasi langsung di situs web atau pusat layanan maskapai sebelum menyelesaikan pembelian tiket adalah langkah wajib, bukan sekadar kehati-hatian berlebihan.
Pola umum yang berulang di antara maskapai domestik: anak usia 5 hingga 11 tahun tidak bisa terbang sendirian tanpa memesan layanan ini, hukumnya wajib. Untuk usia 12 hingga 17 tahun, kebanyakan maskapai memperlakukannya sebagai opsional, sehingga terserah orang tua memutuskan apakah tetap ingin memesan pendampingan berbayar meski tidak diwajibkan. Di bawah usia 5 tahun, tidak ada maskapai yang mengizinkan anak bepergian tanpa orang dewasa yang bertanggung jawab, dengan atau tanpa layanan berbayar.
| Maskapai | Usia wajib | Usia opsional | Perkiraan biaya per segmen (domestik) |
|---|---|---|---|
| Garuda Indonesia | 5 hingga 11 tahun | 12 hingga 17 tahun | Rp300.000 hingga Rp500.000 |
| Lion Air | 5 hingga 11 tahun | 12 hingga 15 tahun | Rp250.000 hingga Rp450.000 |
| Citilink | 5 hingga 11 tahun | 12 hingga 17 tahun | Rp300.000 hingga Rp450.000 |
| Maskapai internasional (Singapore Airlines, Qatar Airways, Cathay Pacific, dan lainnya) | 5 hingga 14 tahun, bervariasi tiap perusahaan | 15 hingga 17 tahun | US$150 hingga US$300 |
Setelah genap 17 tahun, remaja diperlakukan sebagai dewasa untuk keperluan keberangkatan, dan tidak ada maskapai yang lagi menawarkan atau membebankan layanan ini, meskipun keluarga ingin memesannya sebagai tindakan pencegahan.
7. Mengapa transit biasanya dilarang dalam layanan anak tanpa pendamping
TL;DRSebagian besar maskapai menolak layanan anak tanpa pendamping untuk itinerari dengan transit, terutama antar maskapai yang berbeda, karena tanggung jawab pendampingan di darat umumnya tidak melewati batas operasional antar perusahaan. Tanpa petugas khusus yang menunggu anak saat turun dari pesawat transit, tidak ada yang secara resmi mengambil alih tanggung jawab dalam rentang waktu tersebut.
Penjelasan komersial dari maskapai sering terdengar birokratis, tapi alasan dasarnya cukup konkret: layanan anak tanpa pendamping bergantung pada rangkaian tanggung jawab tanpa celah, seseorang harus secara fisik bertanggung jawab atas anak dari awal hingga akhir, tanpa jeda ketika anak sendirian di ruang tunggu. Penerbangan langsung menjamin hal ini dengan mudah, karena awak dan tim darat yang sama menjaga anak dari check-in hingga kedatangan.
Dalam penerbangan dengan transit, rangkaian ini terputus. Anak turun dari satu pesawat, harus melintasi terminal, sering berpindah gate atau bahkan terminal yang berbeda, lalu naik ke pesawat lain, kemungkinan dari maskapai lain. Jika kedua perusahaan tidak memiliki kesepakatan operasional khusus untuk anak tanpa pendamping, tidak ada yang secara formal mengambil tanggung jawab atas anak selama masa tunggu itu, yang bisa lebih dari dua jam pada transit internasional yang kurang sinkron.
Karena itu, kebijakan yang paling umum, terutama di maskapai domestik, adalah menerima layanan ini hanya untuk penerbangan langsung, atau transit di dalam jaringan maskapai yang sama, dengan tim darat khusus di bandara transit dan kesepakatan formal pengalihan tanggung jawab. Maskapai internasional besar seperti Singapore Airlines dan Qatar Airways biasanya mengizinkan transit di dalam jaringan mereka sendiri, tapi mengenakan biaya tambahan per segmen, karena secara teknis ini adalah dua layanan pendampingan, satu untuk setiap ruas perjalanan.
Dalam praktiknya, keluarga yang berencana mengirim anaknya sendirian untuk mengunjungi kakek-nenek di luar negeri sebaiknya mengutamakan penerbangan langsung saat membandingkan harga, meski biayanya lebih mahal dibanding opsi dengan transit, karena alternatif yang lebih murah bisa jadi tidak menerima anak tanpa pendamping justru di titik transit itu.
8. Langkah demi langkah mengurus surat izin tanpa terjebak antrean
TL;DRProsesnya berbeda tergantung skenario: kedua orang tua menandatangani bersamaan saat pengurusan paspor untuk menghindari pengulangan, satu orang tua yang tidak ikut menandatangani formulir dengan legalisasi di notaris, dan kasus perselisihan membutuhkan permohonan ke pengadilan anak. Membawa salinan dan dokumen asli KTP atau identitas semua pihak yang terlibat menghindari pekerjaan berulang.
Cara paling sederhana, dan yang layak direncanakan jauh sebelumnya meski belum ada rencana perjalanan, adalah menyelesaikan semuanya saat mengurus paspor anak. Ketika kedua orang tua hadir bersama di kantor imigrasi untuk permohonan dokumen ini, surat izin yang berlaku selama masa berlaku paspor bisa langsung didaftarkan di sana, yang saat ini diterbitkan untuk anak dengan masa berlaku lebih singkat dibanding paspor dewasa, tapi tetap cukup untuk menutupi beberapa perjalanan tanpa harus mengulang proses setiap kali keluar negeri.
Ketika hanya satu orang tua yang bisa hadir, atau perjalanan muncul tanpa perencanaan sebelumnya, caranya adalah mengisi formulir surat izin perjalanan, tersedia di situs web kantor imigrasi, dengan data lengkap anak, orang tua yang bepergian, dan tujuan, lalu dibawa ke notaris untuk legalisasi tanda tangan orang tua yang tidak ikut serta. Ini bisa selesai dalam satu sore, tanpa perlu penjadwalan di banyak kantor notaris, tergantung tingkat kesibukan setempat.
Untuk kasus yang membutuhkan keputusan pengadilan, baik karena konflik antara orang tua, ketidakhadiran salah satu pihak yang tidak terdokumentasi, atau pencabutan hak asuh, prosesnya melalui pengadilan anak di wilayah tempat tinggal anak, biasanya dengan bantuan pengacara atau lembaga bantuan hukum bagi yang tidak mampu membayar jasa hukum. Jalur ini lebih lambat, jadi siapa pun yang tahu akan bergantung pada keputusan pengadilan sebaiknya mengajukan permohonan setidaknya 30 hari sebelum tanggal keberangkatan yang diinginkan, agar tidak terjebak menunggu jadwal sidang.
9. Kesalahan yang menghambat keluarga di konter check-in
TL;DRSebagian besar masalah di konter check-in berasal dari detail kecil: legalisasi yang sudah tidak berlaku, penulisan nama anak yang berbeda antara KTP dan surat izin, atau mencampuradukkan dua topik dalam artikel ini dengan menganggap satu dokumen bisa menggantikan yang lain. Memeriksa ulang semuanya setidaknya 15 hari sebelum keberangkatan menghindari drama menit terakhir.
Setelah mengamati berbagai cerita keluarga, kesalahan yang menghambat keberangkatan berulang dengan konsistensi yang cukup untuk dikategorikan. Kesalahan pertama adalah mengira surat izin perjalanan tidak memiliki masa berlaku: dokumen ini memang punya masa berlaku, biasanya dua tahun atau sampai tanggal kembali yang tercantum dalam dokumen itu sendiri, dan tidak ada maskapai yang menerima surat izin yang sudah tidak berlaku, meskipun perjalanan keberangkatan masih dalam masa berlaku dan hanya kepulangan yang melewati batas waktu.
Kesalahan kedua adalah penulisan nama. Surat izin yang diisi dengan nama tidak lengkap, tanpa nama belakang yang sesuai dengan KTP atau akta lahir anak, atau dengan kesalahan pengetikan, menjadi alasan nyata untuk ditolak di konter, karena petugas mengikuti protokol dan tidak punya keleluasaan untuk menafsirkan "pasti orang yang sama". Memeriksa huruf per huruf terhadap dokumen identitas sebelum melegalisasi tanda tangan di notaris menghindari sakit kepala ini.
Kesalahan ketiga, dan inilah yang artikel ini coba jernihkan sejak judulnya: memperlakukan surat izin perjalanan dan layanan anak tanpa pendamping sebagai hal yang sama. Keluarga datang ke konter check-in mengira, karena sudah menyelesaikan urusan dokumen hukum, mereka bebas berangkat, lalu terkejut dengan tagihan layanan maskapai untuk rentang usia anak, atau sebaliknya: membayar layanan anak tanpa pendamping dengan anggapan itu bisa menggantikan surat izin, dan ditolak di imigrasi karena tidak memiliki dokumen yang benar.
Rekomendasi praktis: buat daftar periksa terpisah untuk masing-masing dari dua topik ini, dengan jadwal pemeriksaan setidaknya 15 hari sebelum keberangkatan, waktu yang cukup untuk mengurus legalisasi atau mencetak ulang formulir yang salah, tanpa bergantung pada keberuntungan jam kerja notaris menjelang keberangkatan.
Poin utama
Anak-anak di bawah 18 tahun yang bepergian ke luar negeri tanpa kedua orang tua bersama-sama membutuhkan surat izin perjalanan, sesuai regulasi perlindungan anak yang berlaku.
Saat bepergian ke luar negeri hanya dengan salah satu orang tua, surat izin dari orang tua yang tidak ikut cukup disahkan (dilegalisasi) di notaris tanpa perlu melalui pengadilan.
Di dalam wilayah domestik, kewajiban surat izin berkurang untuk anak yang didampingi kakek-nenek, paman-bibi, atau saudara kandung dewasa hingga derajat ketiga, dengan bukti hubungan keluarga.
Pertanyaan yang sering diajukan
Mulai usia 5 tahun, sebagian besar maskapai menerima anak tanpa pendamping, tapi mewajibkan pemesanan layanan berbayar hingga usia 11 tahun, dan menjadikannya opsional dari usia 12 hingga 17 tahun. Sebelum usia 5 tahun, tidak ada maskapai Indonesia yang menerima anak tanpa orang dewasa yang bertanggung jawab selama seluruh perjalanan.
Percakapan
…Masuk untuk berbagi wawasanmu
Percakapan serius, tanpa troll. Komentar dimoderasi, terhubung ke profil Voyspark-mu.
Masuk untuk berkomentarMemuat…

Tentang penulis
Curadoria Voyspark
2 tahun di tim editorial Voyspark
Time editorial da Voyspark — escritores, repórteres, fotógrafos e fixers em Lisboa, Tóquio, Nova York, Cidade do México e Marrakech. Coletivo. Sem voz corporativa. Cada peça com checagem cruzada por um editor regional e um chef ou curador local.
Keahlian




